Palembang, 30 April 2026 - Program Kampus Berdampak/Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) kembali menunjukkan implementasinya melalui kolaborasi akademik lintas perguruan tinggi. Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) dari UIN Alauddin Makassar mengikuti perkuliahan Naqd al-Adab (kritik sastra) secara daring bersama UIN Raden Fatah Palembang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa dalam bidang kritik sastra Arab, khususnya dalam memahami teori, pendekatan, serta praktik analisis karya sastra secara mendalam dan sistematis. Perkuliahan dilaksanakan secara virtual dengan menghadirkan dosen pengampu dari BSA UIN Raden Fatah Palembang yang berpengalaman di bidangnya.
Dalam proses pembelajaran, mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi teoritis tentang Naqd al-Adab, tetapi juga dilatih untuk mengaplikasikan berbagai pendekatan kritik sastra, seperti pendekatan struktural, historis, dan kontekstual terhadap teks-teks sastra Arab klasik maupun modern. Diskusi interaktif dan studi kasus menjadi metode utama untuk memperkaya pemahaman mahasiswa.
Ketua prodi BSA UIN Alauddin Makassar, Baso Pallawagau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari implementasi MBKM yang mendorong mobilitas akademik mahasiswa tanpa batas geografis. “Kolaborasi ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan perspektif baru dan pengalaman belajar yang lebih luas, sekaligus memperkuat jejaring akademik antarperguruan tinggi,” ujarnya.
Mahasiswa peserta menyambut positif kegiatan ini karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari perkuliahan reguler. Selain memperluas wawasan keilmuan, mereka juga dapat berinteraksi dengan dosen dan mahasiswa dari institusi lain, sehingga memperkaya sudut pandang dalam memahami kritik sastra Arab.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa BSA semakin kompeten dalam menganalisis karya sastra secara kritis dan mampu mengembangkan pemikiran ilmiah yang tajam, sejalan dengan semangat Kampus Berdampak dalam mencetak lulusan yang adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing global.