Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Dosen BSA UIN Alauddin Makassar Hadiri Konferensi Internasional ADIA PTKIN di UIN Syekh Nurjati Cirebon

Dosen BSA UIN Alauddin Makassar Hadiri Konferensi Internasional ADIA PTKIN di UIN Syekh Nurjati Cirebon

Cirebon, 22 Juli 2026 – Tiga dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Alauddin Makassar berpartisipasi dalam Konferensi Internasional Pertemuan Asosiasi Dosen Ilmu Adab (ADIA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang diselenggarakan pada 22 Juli 2026 di UIN Syekh Nurjati Cirebon.

Ketiga dosen yang mewakili Program Studi Bahasa dan Sastra Arab tersebut adalah Prof. Dr. H. Muhammad Yusuf, M.Pd.I., Dr. Baso Pallawagau, M.A., dan Hj. Khaerunnisa Nuur, M.Pd.I..

Konferensi internasional tahun ini mengangkat tema “Revitalizing Adab and Humanities in the Cyber Era for Strengthening Ecotheology toward National Civilization.” Tema tersebut menyoroti pentingnya revitalisasi disiplin ilmu adab dan humaniora dalam menghadapi transformasi digital sekaligus memperkuat perspektif ekoteologi sebagai fondasi pembangunan peradaban bangsa yang berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi forum ilmiah yang mempertemukan para dosen, peneliti, akademisi, dan pakar ilmu adab dari berbagai PTKIN serta perguruan tinggi mitra, baik dari dalam maupun luar negeri. Melalui seminar, diskusi akademik, dan presentasi hasil penelitian, para peserta bertukar gagasan mengenai tantangan dan peluang pengembangan ilmu adab di era siber.

Keikutsertaan tiga dosen BSA UIN Alauddin Makassar merupakan wujud komitmen program studi dalam memperluas jejaring akademik, meningkatkan kolaborasi penelitian, serta memperkuat kontribusi keilmuan di tingkat nasional dan internasional. Forum ini juga menjadi sarana strategis untuk mendiseminasikan hasil-hasil riset sekaligus membangun kerja sama antarlembaga dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Dr. Baso Pallawagau, kehadiran dosen BSA dalam konferensi internasional ADIA PTKIN merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan budaya akademik dan publikasi ilmiah. Ia menilai forum semacam ini tidak hanya memperluas wawasan keilmuan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset lintas disiplin, khususnya dalam kajian bahasa, sastra, budaya, dan humaniora yang relevan dengan isu-isu kontemporer.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Muhammad Yusuf menekankan bahwa pengembangan ilmu adab di era digital memerlukan pendekatan yang adaptif tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal. Menurutnya, konsep ekoteologi yang diangkat dalam konferensi menjadi perspektif penting dalam membangun kesadaran kolektif tentang hubungan harmonis antara manusia, agama, budaya, dan lingkungan.

Partisipasi aktif para dosen dalam konferensi internasional ini diharapkan semakin memperkuat reputasi Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UIN Alauddin Makassar sebagai pusat pengembangan kajian bahasa, sastra, dan humaniora yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Selain itu, hasil-hasil diskusi dan jejaring yang terbangun selama konferensi diharapkan dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kolaborasi riset, publikasi ilmiah bereputasi, serta pengembangan kurikulum yang responsif terhadap tantangan global.