Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Dosen BSA UIN Alauddin Jadi Pemateri Webinar Nasional ADIBASA, Bahas Masa Depan Linguistik Arab

Dosen BSA UIN Alauddin Jadi Pemateri Webinar Nasional ADIBASA, Bahas Masa Depan Linguistik Arab

MAKASSAR — Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar, Awal Wahyudi, S.S., M.A., menjadi salah satu pemateri dalam Webinar Series bertajuk "Masa Depan Linguistik dan Sastra Arab di Indonesia". Diskusi tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Asosiasi Dosen Ilmu Bahasa dan Sastra Arab (ADIBASA) bekerja sama dengan UIN Alauddin Makassar dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang secara daring via Zoom, Senin (24/8/2026).

Selain Awal Wahyudi, forum tersebut menghadirkan Ketua Umum ADIBASA, Dr. Baso Pallawagau, M.A., serta akademisi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Halimi Zuhdy, M.Pd.

Dalam sesi pemaparannya, Awal Wahyudi menyoroti perkembangan riset kebahasaan Arab yang bergerak cukup cepat. Selama sepuluh tahun terakhir, perhatian para peneliti dunia tidak lagi terbatas pada struktur tata bahasa semata, melainkan mulai meluas ke isu-isu sosial seperti variasi bahasa, identitas, penggunaan bahasa Arab di ruang publik, hingga pemrosesan bahasa oleh komputer.  

Ia menilai Indonesia memiliki modal sosial dan akademik yang sangat kuat dalam kajian ini. Sebagai negara non-Arab dengan jumlah pembelajar bahasa Arab terbanyak di dunia, Indonesia menyimpan sejarah panjang interaksi antara bahasa Arab dan bahasa-bahasa lokal di Nusantara.  

"Kita berada di ruang yang unik. Bahasa Arab di Indonesia dipelajari dan dipakai setiap hari dalam ibadah oleh puluhan juta orang, tetapi bukan sebagai bahasa sehari-hari. Hubungan panjang antara bahasa Arab dan bahasa daerah ini adalah ruang riset yang luar biasa kaya," ujar Awal.  

Memetakan Tren Riset di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam

Menggunakan pendekatan bibliometrik dari basis data Scopus periode 2016–2025, Awal membagikan gambaran mengenai arah riset linguistik Arab di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN):  

Pertumbuhan dan Sebaran: Tercatat ada 87 artikel ilmiah dari 30 PTKIN. Lebih dari separuh publikasi tersebut lahir dari empat kampus utama, sementara UIN Alauddin Makassar turut mengambil peran aktif dalam peta publikasi nasional.  

Pergeseran Minat Kajian: Topik-topik yang bersinggungan langsung dengan masyarakat semakin diminati. Riset tentang penerjemahan teks ke bahasa daerah (seperti Jawa dan Sunda), penggunaan bahasa Arab pada papan nama publik, serta isu gender dan wacana kebudayaan terbukti paling banyak dibaca dan dirujuk oleh peneliti lain.  

Catatan untuk Riset Teknologi Bahasa: Riset di bidang komputasi bahasa Arab (NLP) sempat tumbuh di awal, namun belakangan cenderung melambat. Padahal, perkembangan teknologi pemrosesan bahasa berbasis kecerdasan buatan saat ini sedang melaju pesat di tingkat global.  

Menemukan Identitas Riset Sendiri

Di akhir pemaparannya, Awal mengajak para peneliti untuk tidak sekadar mengikuti tren luar, melainkan berani mengangkat kekayaan lokal Nusantara yang tidak dimiliki negara lain. Ribuan naskah keagamaan, terjemahan kitab bernuansa lokal, hingga fenomena bilingualisme di masyarakat merupakan aset berharga jika dikembangkan menjadi data digital (korpus) masa depan.  


Ia juga menekankan pentingnya membangun kerja sama yang lebih erat antar-perguruan tinggi di dalam negeri, serta kolaborasi lintas disiplin antara bidang bahasa dan teknologi informasi agar riset linguistik Arab Indonesia semakin berkembang dan berdaya saing.