Makassar – Implementasi pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud Kampus Berdampak kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA). Muh. Hakam Syukur Darwis, mahasiswa BSA semester 4, dipercaya oleh masyarakat untuk menjadi imam salat Tarawih selama bulan Ramadan 1447 H/2026 M di Masjid Nurul Hidayah Panakkukang.
Kepercayaan ini menjadi bentuk pengakuan masyarakat terhadap kompetensi keagamaan dan akhlak mahasiswa BSA. Selama Ramadan, Muh. Hakam Syukur Darwis memimpin salat Tarawih dan Witir dengan tertib dan khusyuk, serta berbaur aktif dengan jamaah dalam suasana ibadah yang penuh kekeluargaan.
Kehadiran mahasiswa sebagai imam Tarawih tidak hanya membantu kelancaran pelaksanaan ibadah, tetapi juga memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat. Aktivitas ini menjadi sarana implementasi ilmu keislaman yang diperoleh di bangku perkuliahan, sekaligus melatih kepemimpinan, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial mahasiswa.
Pengurus dan jamaah Masjid Nurul Hidayah menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa BSA dalam kegiatan Ramadan. Mereka menilai peran tersebut memberi dampak positif bagi kehidupan keagamaan masyarakat, sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda di lingkungan Panakkukang.
Kegiatan ini menegaskan bahwa mahasiswa BSA tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat. Semangat Kampus Berdampak melalui pengabdian Ramadan ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari kontribusi kampus dalam pembangunan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.