Makassar, 26 Juni 2026 – Dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. K.H. Afifuddin, M.Ag., dipercaya menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan PKN–SUSBANPIM–INAGURASI yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Selatan pada Jumat, 26 Juni 2026.
Kegiatan yang diikuti oleh kader dan calon pimpinan Gerakan Pemuda Ansor se-Sulawesi Selatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Imam Ashim, dan menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas kepemimpinan serta wawasan kebangsaan kader Ansor di tingkat wilayah.
Dalam pemaparannya, Prof. Afifuddin mengangkat sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan perjalanan dan peran Nahdlatul Ulama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Materi diawali dengan pembahasan mengenai sejarah berdirinya NU dan dinamika politik nasional yang mewarnai perjalanan organisasi sejak masa kolonial, era kemerdekaan, hingga masa reformasi dan kontemporer.
Selain itu, beliau menjelaskan bagaimana NU memainkan peran kultural dan sosial dalam politik Indonesia. Menurutnya, NU tidak hanya hadir sebagai kekuatan politik praktis, tetapi juga sebagai kekuatan moral, budaya, dan sosial yang berkontribusi dalam menjaga persatuan bangsa, memperkuat moderasi beragama, serta merawat nilai-nilai kebangsaan dan keindonesiaan.
Pada sesi berikutnya, Prof. Afifuddin memaparkan berbagai isu strategis yang saat ini dihadapi NU, mulai dari tantangan digitalisasi, penyebaran disinformasi, radikalisme dan ekstremisme, hingga perubahan sosial yang menuntut adaptasi gerakan dakwah dan kaderisasi organisasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Tidak kalah penting, beliau juga mengulas posisi dan peran NU dalam konstelasi politik internasional. Dalam konteks global, NU dinilai memiliki kontribusi besar dalam mempromosikan Islam moderat, dialog antarperadaban, serta pembangunan perdamaian dunia melalui diplomasi keagamaan dan kemanusiaan.
Peserta kegiatan tampak antusias mengikuti sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan terkait masa depan gerakan kepemudaan NU, tantangan geopolitik global, hingga strategi memperkuat peran kader Ansor dalam kehidupan sosial-politik menjadi bagian dari dinamika forum.
Melalui kegiatan PKN–SUSBANPIM–INAGURASI ini, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Selatanberharap lahir kader-kader pemimpin yang memiliki kapasitas intelektual, wawasan kebangsaan, serta komitmen kuat dalam menjaga nilai-nilai Nahdlatul Ulama, keislaman, dan keindonesiaan di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang.