Pangkep, Juni 2026 – Dua dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar, yaitu Ketua Prodi Dr. Baso Pallawagau, M.A. dan Awal Wahyudi, S.S., M.A., menjalin kolaborasi riset bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam kegiatan Rumah Program Budaya Berkelanjutan yang berada di bawah naungan Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra BRIN.
Kolaborasi penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) selama satu bulan, mulai 27 Juni hingga 26 Juli 2026, dengan mengangkat tema “Warisan Pappaseng dan Ketahanan Ekologis Masyarakat Bugis-Makassar di Wilayah Industri Ekstraktif.”
Penelitian tersebut berfokus pada pengkajian nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi pappasengmasyarakat Bugis-Makassar serta relevansinya dalam membangun ketahanan ekologis di tengah berkembangnya aktivitas industri ekstraktif, seperti pertambangan dan industri pengolahan sumber daya alam.
Menurut tim peneliti, pappaseng sebagai warisan budaya berupa pesan, nasihat, dan pedoman hidup leluhur Bugis-Makassar mengandung prinsip-prinsip etika lingkungan, tanggung jawab sosial, serta keseimbangan hubungan antara manusia dan alam. Nilai-nilai tersebut dinilai memiliki signifikansi penting dalam menghadapi berbagai tantangan ekologis yang muncul akibat ekspansi industri di berbagai wilayah.
Ketua Prodi BSA, Dr. Baso Pallawagau, M.A., menyampaikan bahwa penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan sekaligus merekonstruksi nilai-nilai ekologis yang hidup dalam tradisi lokal agar dapat menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan berbasis budaya.
Sementara itu, Awal Wahyudi, S.S., M.A., menegaskan bahwa kajian bahasa dan sastra lokal memiliki kontribusi besar dalam memahami cara pandang masyarakat terhadap lingkungan. Menurutnya, narasi budaya yang diwariskan melalui pappaseng dapat menjadi sumber pengetahuan ekologis yang relevan untuk menjawab tantangan kontemporer.
Program ini merupakan bagian dari upaya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam mendorong riset-riset interdisipliner yang menghubungkan aspek budaya, bahasa, dan lingkungan hidup guna mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan lahir kontribusi akademik yang tidak hanya memperkaya khazanah penelitian tentang budaya Bugis-Makassar, tetapi juga menawarkan perspektif baru mengenai pentingnya kearifan lokal dalam memperkuat ketahanan ekologis masyarakat di kawasan industri ekstraktif.