Makassar, 13 Juli 2026 – Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Alauddin Makassar resmi membuka Pelatihan Test of Arabic as a Foreign Language (TOAFL) bagi mahasiswa semester VI pada Senin (13/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lantai (LT) Fakultas Adab dan Humaniora ini dijadwalkan selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Juli 2026.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan II Fakultas Adab dan Humaniora, Dr. Irvan Muliadi, S.S., S.Ag., M.A.. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penguasaan kompetensi bahasa Arab yang terukur melalui instrumen seperti TOAFL sebagai bekal akademik sekaligus modal menghadapi dunia kerja dan studi lanjut.
Menurutnya, kemampuan bahasa Arab yang baik merupakan salah satu indikator utama kualitas lulusan Program Studi Bahasa dan Sastra Arab. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi ujian TOAFL serta memperkuat kompetensi kebahasaan yang telah diperoleh selama proses perkuliahan.
Sebelum pembukaan resmi, Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Dr. Baso Pallawagau, M.A., memberikan pengantar mengenai urgensi pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia menjelaskan bahwa TOAFL tidak hanya menjadi alat ukur kemampuan berbahasa Arab, tetapi juga merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki mahasiswa sebagai calon akademisi, pendidik, peneliti, maupun profesional di berbagai bidang yang membutuhkan penguasaan bahasa Arab.
Dr. Baso Pallawagau juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap sesi pelatihan dengan penuh kesungguhan. Menurutnya, keberhasilan dalam TOAFL tidak hanya ditentukan oleh kemampuan dasar berbahasa, tetapi juga oleh pemahaman terhadap karakteristik soal, strategi menjawab, serta latihan yang berkesinambungan.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan memperoleh pembekalan mengenai berbagai komponen yang diujikan dalam TOAFL, mulai dari istimā‘ (menyimak), qawā‘id (struktur dan tata bahasa), hingga qirā’ah (membaca dan memahami teks). Selain penyampaian materi, peserta juga akan mengikuti latihan intensif, pembahasan soal, simulasi ujian, serta evaluasi hasil belajar untuk mengukur perkembangan kemampuan mereka.
Pelaksanaan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab dalam meningkatkan mutu lulusan melalui penguatan kompetensi akademik dan kebahasaan. Dengan adanya pelatihan intensif ini, diharapkan mahasiswa semester VI memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi tes TOAFL serta mampu memperoleh hasil yang optimal sebagai salah satu indikator capaian kompetensi lulusan.